Contoh Artikel Pendidikan

TIPS MENUMBUHKAN SEMANGAT BELAJAR PADA ANAK


Contoh artikel pendidikan untuk anak
Semua manusia sejatinya adalah seorang pembelajar tetapi masalahnya kita secara tak sadar, sering memberikan perlakuan tak menyenangkan ketika anak belajar atau mungkin kita sewaktu kecil pernah mendapat stimulasi tidak menyenangkan semasa kecil. Contohnya saat anak kecil berumur sekitar setahun, mereka biasanya ingin memasukan semua barang ke dalam mulutnya. Yang sering terjadi adalah orang tua melarang si anak secara verbal sambil menarik barang tersebut. Ini bisa dikategorikan perilaku tidak menyenangkan bagi si anak. Lalu ketika anak sedang belajar berjalan, banyak larangan dari pihak orang tua atau pengasuh. Padahal ini adalah proses belajar si anak untuk mengisi informasi di otaknya.

Ketika sudah mulai berbicara dan banyak bertanya, jawaban yang didapatkan mungkin tidak mengenakan untuk anak. Bisa jadi ini karena faktor kelelahan saat mengasuh atau capek memberikan penjelasan yang berulang-ulang. Saat melihat barang baru di rumah dan anak ingin mengetahui lebih dekat dan memegangnya, orang-orang dewasa di sekelilingnya malah menjauhkan barang tersebut karena takut rusak atau mencederai anak. Dari seluruh contoh tadi, apakah yang membuat anak malas belajar?
Lalu ada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, sebut saja Andi. Orangtuanya mengeluhkan anaknya yang tidak suka belajar dan sudah mendapat peringatan dari gurunya. Namun ketika ditanya tentang hobinya, Andi dengan sigap menjawab hobinya adalah sepak bola, dan tim kegemarannya adalah Arsenal. Bahkan ia hafal seluruh pemain inti dan pemain cadangan. Siapa pelatih dan assistennya, nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun serta daftar pencetak gol, pemberi assist dan poin klasemen liga beserta urutannya. Luar biasa bukan? Ini menunjukan tidak ada masalah dengan otak Andi. Masalahnya datang dari sumber yang lain.




I dentitas Buku:
Judul Buku       : Kuliah Akhlaq
Penulis              : Prof. Dr. H. Yunahar llyas, Lc, M.A
Penerbit           Lembaga Pengkajian dan Pengalaman Islam (LPPI) Jl. Lingkar Barat,                                                   Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta 55183

Cetakan            : Cetakan 1, Juni 1999, Cetakan XII, September 2012, Cetakan XIII, September 2014



Tebal Halaman : 263 Lembar
ANALOGI DALAM PENGAJARAN FISIKA

Apit Fathurohman
Program Studi Pendidikan Fisiska Jurusan PMIPA FKIP Universitas Sriwijaya


PENDAHULUAN
Fisika merupakan ilmu pengetahuan sains yang mempelajari tentang hukum-hukum alam dan aplikasi dalam kehidupan. Sifat konsep fisika ada yang abstrak, ada yang konkret. Hal ini yang membuat siswa beranggapan fisika sulit dan membosankan, kecuali jika di kaitkan dengan pengalaman sehari-hari. 
Guru fisika dalam pelajaran sering kali mengunakan model analogi pada saat berkomunikasi dengan siswa untuk menyampaikan konsep-konsep fisika yang berada diluar jangkauan persepsi indera, dengan analogi para guru membantu siswa membangun pengertian-pengertian, konsep-konsep baru yang seringkali rumit dan abstrak dari konsep yang telah diketahui dengan baik.

PENGAJARAN DENGAN ANALOGI
Aspek penting dalam mengajar konsep adalah mendefinisikan secara jelas konsep dan memberikan contoh-contoh terpilih dengan hati-hati (Santrock, 2006). pengajaran konsep haruslah dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar siswa lebihmudah memahami konsep yang diajarkan. konsep rujukan tersebut diperlukan untuk menjelaskan konsep target, yaitu konsep fisika materi ajar baru. 
Menurut Boo Hong Kwen & Toh Kok Aun (1985), beberapa kelebihan mengajar mengunakan analogi yakni:
  1. Sebagai alat untuk mengajarkan perubahan konseptual
  2. Analogi menyediakan visualisasi dan pemahaman pada konsep yang abstrak yang merujuk pada contoh-contoh dalam kehidupan nyata
  3. Analogi mungkin memicu minat belajar siswa karenanya memiliki efek motivasi 
  4. analogi menuntut guru untuk mempertimbangkan prakonsepsi siswa terhadap materi yang akan di ajarkan serta dapat mengeleminasi atau mengurangi miskonsepsi pada materi yang diajarkan.
ANALOGI DALAM FISIKA
Contoh analogi dalam pokok bahasan listrik dinamis, guru dapat menggunakan analogi bak air untuk menjelaskan konsep tegangan listrik. Rangkaian listrik dianalogikan dengan sebuah sistem aliran air yang berasal dari sebuah penampungan yang disalurkan melalui pipa. Air hanya akan disalurkan ke pipa bila penampung terisi air atau terdapat perbedaan tekanan demikian juga dengan sumber tegangan hanya akan mengalirkan muatan ketika ada beda potensial. Hambatan ( resistor ) dianalogikan dengan pipa yang berdeameter lebih kecil daripada pipa lainnya tentu saja pada sistem air, aliran air akan lebih kecil ketika melalui hambatan, demikian juga pada rangkaian listrik. 
Sebagai contoh, untuk menjelaskan gaya yang bekerja diatas meja, seorang guru menggunakan analogi pegas yang ditekan oleh tangan. Siswa mengerti bahwa pada saat pegas ditekan tangan, pegas itu melakukan gaya pada tangan kita.Disini kemungkinan dapat terjadi miskonsepsi. Untuk menghilangkan miskonsepsi itu perlu ada analogi penghubung  ( bridging analogy ) yang menghubungkan keduanya.

KESIMPULAN
Penggunaan analogi dalam mengajar fisika sejalan dengan teori-teori terkenal pembe;ajaran seperti Ausubel yang menyoroti pentingnya pengetahuan sebelumnya dari siswa dan pentingnya menyediakan hubungan antara sebelum pengetahuan siswa dan pengetahuan baru yang akan diajarkan.
Pengunaan sistem pendekatan yang menjamin kesesuaian antara cara guru dan siswa memvisualisasikan analog dan target harus mengatasi kekhawatiran tentang kesalahpahaman murid melalui kurangnya pemahaman yang baik tentang analogi fitur yang relevan dari analog ke target. 


DAFTAR PUSTAKA
Abak, et al, 2001. Effects of Bridging Analogies on Students' Misconceptions about Gravity and Inertia, Hacettepe Universitesi Egitim Dergisi 20:1-8.
Boo Hong Kwen & Toh Kok Aun. 1985. Use of analogy in teaching the particulate theory of matter. Teaching and Learning, 17 (2), 79-85.
Clement, J. 1993. Using Bridging Analogies and Anchoring Intuintions to Deal with Students' Preconceptions in Physics. Journal of Research in ScienceTeaching, 30(10), 1241-1257.